Ternyata bukan Perang Jawa atau Perang Aceh yang paling meninggalkan trauma mendalam bagi Belanda selama menduduki wilayah Nusantara. Ada satu pertempuran besar yang disebut-sebut membuat Belanda sangat kewalahan. Namanya Puputan Bayu, terjadi di Blambangan atau yang kini dikenal dengan nama Banyuwangi. Cornelis Lekkerkerker (1923) dalam Balambangan, Indische Gids II, mengakui hal itu. Ia menyebut Puputan Bayu di Banyuwangi adalah peperangan paling menegangkan, paling kejam, dan paling banyak memakan korban dari semua peperangan yang pernah dilakukan VOC atau Belanda di Indonesia (hlm. 1056).